Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai

MERAH PUTIH DAN GARUDA DI DADAKU ” INDONESIA Bhinneka Tunggal Ika.

Kehindah Alam Indonesia

Sebagai negara kesatuan, bangsa ini mempunyai kekayaan yang melimpah salah satunya dari sisi banyaknya provinsi.

Saat ini di Indonesia memiliki 34 provinsi. Di antara provinsi-provinsi tersebut, lima di antaranya memiliki status daerah khusus dan/atau daerah istimewa. Daerah-daerah tersebut ialah Aceh,[1] Daerah Istimewa Yogyakarta,[2] Papua Barat, Papua,[3] dan Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Pulau Sumatera
Nanggroe Aceh Darussalam
Sumatera Barat
Sumatera Utara
Sumatera Selatan
Lampung
Riau
Kepulauan Riau
Jambi
Kepulauan Bangka Belitung
Bengkulu

Pulau Jawa
DKI Jakarta
Banten
Jawa Barat
Jawa Tengah
Jawa Timur
Daerah Istimewa Yogyakarta

Kepulauan Nusa Tenggara
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur

Pulau Kalimantan
Kalimantan Barat
Kalimantan Selatan
Kalimantan Tengah
Kalimantan Timur
Kalimantan Utara

Pulau Sulawesi
Sulawesi Barat
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tengah
Sulawesi Utara
Gorontalo

Kepulauan Maluku
Maluku
Maluku Utara

Pulau Papua
Papua
Papua Barat

Nanggroe Aceh Darussalam

Ibu kotanya berada di Banda Aceh

Banda Aceh adalah ibu kota Provinsi Aceh, daerah yang dikenal kukuh menjaga tradisi religius bernuansa Islami sehingga mendapatkan julukan ”Negeri Serambi Mekkah”. Kota ini juga memiliki posisi strategis karena berhadapan dengan negara-negara di selatan Benua Asia dan menjadi pintu gerbang Indonesia di bagian Barat.

Aceh dijuluki kota Serambi Mekkah karena pada awal abad ke-17, Kesultanan Aceh mengalami puncak kejayaannya dan pada masa itu pengaruh agama dan kebudayaan Islam begitu besar dalam kehidupan masyarakat.

Jika kita membahas Aceh tentu kita tidak ingin melewatkan mengenai tentang sejarah Mesjid Raya Baiturrahman

Mesjid Raya Baiturrahman, merupakan peninggalan Kerajaan Aceh yang menjadi simbol agama, budaya, dan perjuangan masyarakat Aceh.

Pasalnya, masjid ini tidak hanya menjadi pusat kegiatan keagamaan dan saksi kejayaan Kerajaan Aceh, tetapi juga pernah dijadikan markas pertahanan terhadap serangan para penjajah.

Masjid Raya Baiturrahman dibangun oleh Sultan Iskandar Muda, raja Aceh periode 1607-1636, pada 1612 M.

Dalam sejarahnya, masjid ini sempat dibakar Belanda, tetapi dapat selamat ketika diterjang dahsyatnya tsunami 2004.

Beberapa sumber sejarah menyebut bahwa Masjid Raya Baiturrahman didirikan pada 1612, semasa Kerajaan Aceh diperintah oleh Sultan Iskandar Muda (1607-1636 M).

Akan tetapi, ada pula yang meyakini bahwa masjid ini telah dibangun lebih awal, yakni oleh Sultan Alaidin Mahmudsyah pada 1292.

Terlepas dari perbedaan tahun pembangunannya, bangunan asli Masjid Raya Baiturrahman sempat terbakar pada masa pemerintahan Sultan Nurul Alam (1675-1678). Sebagai gantinya, dibangunlah masjid baru di lokasi yang sama.

Karena posisinya yang sangat strategis, sebagian bangunan Masjid Raya Baiturrahman pernah dibakar Belanda pada 10 April 1873.

Untuk meluluhkan hati rakyat Aceh yang murka, Gubernur Jenderal Van Lansberge menyatakan akan membangun kembali masjid agung yang baru.

Peletakan batu pertama pembangunan kembali masjid ini dilakukan pada 9 Oktober 1879 oleh Tengku Qadhi Malikul Adil.

Arsitektur Masjid Raya Baiturrahman
Arsitek yang merancang Masjid Raya Baiturrahman yang baru adalah seorang kapten angkatan darat Belanda bernama Gerrit van Bruins.

Untuk menentukan arsitektur masjid, ia juga berkonsultasi dengan Snouck Hurgronje dan penghulu masjid Bandung.

Ciri khas Masjid Raya Baiturrahman adalah memakai gaya arsitektur Mughal, ditandai dengan bangunanya yang memiliki menara dan kubah besar, seperti Taj Mahal di India.

Keunikan lain masjid ini terlihat pada pintunya, yaitu berupa tiga pintu besar yang terbuat dari kayu dan dihiasi banyak ornamen.

Selain itu, interior ciri khas Masjid Raya Baiturrahman dihiasi dengan dinding dan pilar ber-relief, tangga marmer dan lantai dari China, serta kaca patri dari Belgia.

Diterbitkan oleh Rizalsiregarr

Berfikir positif untuk kebaikan dunia dan akhirat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: